Menyelami Dunia Bawah Laut Bunaken, Sulawesi Utara
Di ujung utara Sulawesi, Taman Nasional Bunaken menjulang sebagai wall of fame bawah laut: dinding karang vertikal turun hingga 1.500 m, menyimpan 70% spesies Indo-Pasifik dalam 89.000 hektar. Ditetapkan UNESCO Marine World Heritage tahun 2005, Bunaken adalah diving mecca—setiap hembusan regulator membawa 3.000 spesies ikan dan 390 jenis karang ke depan masker.
Lekuan I-II-III adalah trilogi suci. Arus deras 3 knot mendorong penyelam melayang di Bunaken Wall—tebing karang hitam ditumbuhi gorgonian fan raksasa selebar 3 m. Hiu karang whitetip tidur di ceruk, napoleon wrasse seberat 180 kg melintas seperti kapal selam hijau. Di Fukui Point, ribuan jacks berputar membentuk tornado perak; penyu hijau (Chelonia mydas) naik ke cleaning station untuk “spa” oleh ikan pembersih.
Bunaken Timur menyuguhkan muck diving. Pasir hitam vulkanik menyembunyikan frogfish berjalan, mimic octopus yang berubah bentuk dalam 3 detik, dan rhinopias—naga laut berwarna ungu. Makro hunter berlutut di 8 m, menyaksikan ghost pipefish mengambang seperti daun kering. Malam hari, mandarin fish kawin di rubble—tarian oranye 30 detik yang hanya terjadi saat senja.
Di permukaan, Pulau Siladen menawarkan pantai putih dan house reef dari dermaga. Snorkeling 50 m sudah cukup melihat bumphead parrotfish menggigit karang seukuran kepala manusia. Manado Tua, gunung berapi tua di tengah taman, memiliki crater lake air asin—fenomena langka di mana air laut terperangkap di kawah.
Kehidupan Bajo menyelimuti petualangan. Di Desa Bunaken, anak-anak menyelam tanpa tabung sejak usia 5 tahun, menangkap ikan dengan bubu bambu. Malam hari, bagang—rumah apung dengan lampu neon—menarik cumi-cumi hingga 5 kg. Festival Bunaken Week tahunan menghidupkan kabasa—tarian perang laut—dan lomba foto underwater.
Ancaman nyata: blast fishing dari perahu ilegal dan pemanasan laut. Suhu naik 1°C sejak 1998 memicu coral bleaching—70% karang di Lekuan I memutih tahun 2016. Bunaken National Park Authority memberlakukan no-take zone 100% dan mooring buoy untuk cegah jangkar. Komunitas North Sulawesi Watersports Association mengadopsi 1.000 bibit karang per tahun—penyelam menanam Acropora di reef star besi, hasilnya terumbu baru seluas 2 hektar sejak 2020.
Menyelami Bunaken adalah masuk ke katedral bawah laut: setiap sinar yang menembus air adalah stained glass, setiap ikan adalah jemaat. Di sini, waktu berhenti di 20 m—dan satu tarikan napas bernilai seribu cerita.